Tempat obrol politik sambil ngopi

Terekspos ke Publik, Dokumen Rahasia China Bocor, Asal Mula Virus Corona di Wuhan Terkuak!

95

Terekspos ke publik, dokumen rahasia China bocor, asal mula virus Corona atau covid-19 di Wuhan terkuak!

Penyelidikan dilakukan hingga terungkap dokumen rahasia China tentang asal mula virus Corona atau covid-19.

Misteri menyebarnya virus Corona di berbagai negara belahan dunia mulai terkuak lewat dokumen rahasia tersebut.

Media barat mengungkap dokumen rahasia tentang awal mula wabah virus Corona atau covid-19 itu.

Ada 15 halaman dalam dokumen rahasia yang terungkap, di mana isinya terkait kebohongan atau kesalahan China dalam penanganan virus Corona di Wuhan.

China dituding berbohong soal penularan virus Corona dari manusia ke manusia, membungkam dan menghilangkan orang-orang pertama yang melaporkan bahaya penyakit ini (whistleblower), hingga menolak membantu negara lain mengembangkan vaksin ketika sudah menyebar ke seluruh dunia.

Dokumen rahasia ini terungkap dari hasil penyelidikan yang dilakukan aliansi Five Eyes yakni AS, Kanada, Inggris, Australia, dan Selandia Baru.

Alhasil mereka mencap kerahasiaan China atas pandemi itu sebagai “serangan terhadap transparansi internasional.”

Sebelum Presiden Amerika Donald Trump mengumumkan telah melihat bukti virus Corona bocor dari laboratorium Wuhan

Para intelijen telah menunjukan bukti bahwa virus itu memang berasal dari Institut Virologi Wuhan, dekat dengan pasar basah Cina.

The Saturday Telegraph dari Australia, yang memperoleh dokumen-dokumen rahasia itu, juga melaporkan kemitraan antara laboratorium China dan Australia di mana penelitian dilakukan terkait virus Corona yang berasal dari kelelawar yang tidak dapat disembuhkan.

Dalam laporan disebutkan China sudah ‘bukti penularan manusia-manusia dari awal Desember 2019,’ tetapi disangkal hingga terus menyebar dan baru 20 Januari 2020 diakui China.

“Meskipun ada bukti penularan manusia-manusia dari awal Desember, otoritas RRC menyangkal hal itu hingga 20 Januari,” katanya.

Salah satu penelitinya mengaku, masih ada ribuan virus mematikan yang disimpan di tempat ini.

”Organisasi Kesehatan Dunia melakukan hal yang sama. Namun para pejabat di Taiwan mengemukakan kekhawatirannya pada 31 Desember 2019, seperti halnya para pakar di Hong Kong pada 4 Januari 2020. ‘

Kemudian China menyensor berita virus di mesin pencari mulai 31 Desember, menghapus kata pencarian seperti ‘SARS variation, ‘Wuhan Seafood market’ dan ‘Wuhan Unknown Pneumonia.’

Pada 3 Januari, Komisi Kesehatan Nasional China dilaporkan memerintahkan sampel virus dimusnahkan dan mengeluarkan ‘perintah tanpa publikasi’ tentang virus tersebut.

Ketika media menyoroti bahwa China memberlakukan larangan

perjalanan pada orang-orang yang bepergian di seluruh negara, tetapi China terus mengatakan kepada seluruh dunia larangan perjalanan tidak perlu.

“Jutaan orang meninggalkan Wuhan setelah wabah dan sebelum Beijing menerapkan lockdown pada 23 Januari,” katanya, menurut The Telegraph.

‘Ribuan terbang ke luar negeri. Sepanjang Februari, Beijing menekan AS, Italia, India, Australia, tetangga Asia Tenggara, dan negara-negara lain untuk tidak melindungi diri mereka sendiri melalui pembatasan perjalanan, bahkan ketika RRC memberlakukan pembatasan berat di rumah. ‘

Para dokter dan ilmuwan yang berusaha meningkatkan kekhawatiran tentang virus tersebut dan penanganan China terhadap virus itu juga hilang atau dihukum, menurut dokumen itu.

Huang Yan Ling, seorang peneliti di Institut Virologi Wuhan dan dianggap sebagai pasien nol untuk pandemi global, menghilang secara misterius dan biografinya dihapus dari situs web lab.

Lembaga itu membantah Huang Yan Ling pasien nol dan mengatakan Huang Yan Ling masih hidup, tetapi tak diketahui keberadaannya sejak saat itu.

Fakta lainnya termasuk pengusaha Fang Bin, pengacara Chen Qiushi dan mantan reporter TV pemerintah Li Zehua dilaporkan ditahan di pusat-pusat penahanan di luar proses pengadilan karena berbicara tentang tanggapan China terhadap pandemi.

Dalam dokumen itu menunjukkan beberapa ketidaksepakatan di antara negara-negara Five Eyes mengenai asal virus, apakah dari Laboratorium Wuhan atau pasar basah.

Ia mengklaim negara-negara itu menyelidiki kemungkinan virus itu bocor dari Institut Virologi Wuhan, dengan beberapa studi yang dipimpin oleh ilmuwan Dr. Shi Zhengli dikutip sebagai keprihatinan dalam laporan itu.

Dokumen tersebut menguraikan bahwa Zhengli dan timnya telah melakukan penelitian di laboratorium terhadap virus Corona yang berasal dari kelelawar, dengan setidaknya satu dari sampel virus tersebut kecocokan genetiknya 96 persen dengan virus pembawa covid-19.

Namun, Australia mempertahankan virus kemungkinan besar berasal dari pasar hewan hidup Wuhan dan mengatakan hanya ada 5 persen kemungkinan itu berasal dari laboratorium.

Dalam dokumen ini terungkap, ternyata peneliti Australia melatih dan mendanai para ilmuwan utama di Institut Virologi Wuhan, sebagai bagian dari kemitraan berkelanjutan antara CSIRO dan Akademi Ilmu Pengetahuan China.

Dimana anggota tim bekerja di Laboratorium Kesehatan Hewan Australia CSIRO di mana mereka melakukan penelitian tentang patogen mematikan pada kelelawar hidup.

You might also like
close