Tempat obrol politik sambil ngopi

Kisah perjuangan perempuan ini mewujudkan mimpi patut diacungi jempol

17

Kisah perjuangan perempuan ini mewujudkan mimpi patut diacungi jempol

Kisah lika-liku kehidupan setiap orang selalu menarik untuk dikisahkan. Hal ini bisa jadi pelecut bagi banyak orang untuk mempelajari baik kesuksesan maupun keberhasilan atau apapun yang dikisahkan tersebut. Shera, nama samaran, mengisahkan kemandirian dan ketegaran hidupnya menghadapi berbagai cobaan sejak sekolah menengah bahkan hingga telah berkeluarga.

Sejak duduk di bangku Sekolah Menengah Pertama (SMP) Shera merupakan seorang perempuan yang senang berorganisasi dan bersosialisasi. Shera berupaya untuk selalu tampil terdepan di organisasi. Namun karena keaktifannya itu, Shera merasa dikesampingkan oleh keluarganya.

“Untuk minta biaya, terkadang saya bisa mengumpulkan uang dari berjualan. Jadi dari SMP itu saya sudah belajar berjualan, membantu mereka, ujung-ujungnya dapat beasiswa, jadi mereka tidak khawatir lagi tentang kebutuhan.

Saya tidak merengek lagi thd kebutuhan,” tutur perempuan 37 tahun ini pada brilio.net pada Minggu (31/1). “Mereka menganggap saya, kalau bahasa sundanya, teger,” tambahnya.

Setelah menikah dengan seorang anak konglomerat pada 2002, Shera yang merasa dulunya telah terbiasa mandiri merasa risih dengan kehidupannya sekarang yang hanya berdiam di rumah tanpa aktivitas.

Pada 2007 Shera mendapatkan pekerjaan mengajar Madrasah Aliyah. Anaknya yang lahir pada 2003 dan 2005 diserahkan ke suami selama dia mengajar.

“Ketika saya bertahan mengajar, sampai akhirnya alhamdulillah saya dapat tunjangan,” aku Shera. Dari hasil jerih payahnya itulah Shera bisa melanjutkan sekolah ke jenjang sarjana, sebelumnya Shera hanya menyelesaikan jenjang diploma 3 Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Bandung.  

Saban hari Shera pergi bekerja pagi hari dan pulang menjelang larut malam. Di akhir pekan, Shera mengambil kelas karyawan. Prinsip Shera, dirinya merasa harus memajukan diri sendiri dulu.

Shera sempat membuka kelas namun tak lama berjalan harus tutup karena tidak mendapat restu dari suaminya. Biaya sudah dia dapat dari meminjam di bank, namun tanah yang digunakan merupakan milik suaminya.

Shera bersyukur karena kini honor mengajarnya telah disesuaikan dengan Pegawai Negeri Sipil golongan IIIA. Shera sempat melanjutkan studi Strata-2 di UPI, Bandung.

Sejak tahun 2015, selain mengajar, Shera kerap mengisi penyuluhan atas permintaan dinas/pemerintahan. Selain itu, hari-harinya diisi dengan mengajar, mengisi penyuluhuan enterpreneur, serta mengelola koperasi.

Berkomentar Dengan Bijak
You might also like