Tempat obrol politik sambil ngopi

Gempa Hari Ini: M 5,6 Guncang Sumatera Utara dan M 5,0 Guncang Sukabumi Selatan

54

Gempa Hari Ini: M 5,6 Guncang Sumatera Utara dan M 5,0 Guncang Sukabumi Selatan

Hari ini, Kamis (30/4/2020), dua gempa cukup besar terjadi di Indonesia.

Dari keterangan BMKG, gempa pertama bermagnitudo M 5,6 yang dimutakhirkan menjadi M 5,1 yang mengguncang Sumatera Utar. Kemudian, gempa M 5,0 yang mengguncang Sukabumi Selatan.

Sumatera Utara

Gempa tektonik M 5,6 terjadi pukul 15.20.00 WIB di Padang Lawas, Sumatera Utara. Hasil analisis BMKG menunjukkan gempabumi ini memiliki parameter awal dengan magnitudo M=5,6 yang selanjutnya dimutakhirkan menjadi M=5,1.

Episenter gempabumi terletak pada koordinat 1.19 LN dan 99.46 BT. Tepatnya di darat, 24 km Barat Laut Padang Lawas – Sumatera Utara pada kedalaman 16 km.

Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempabumi yang terjadi merupakan jenis gempabumi dangkal akibat aktivitas Sesar Sumatera.

Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempabumi memiliki mekanisme pergerakan mendatar (strikeslip).

Guncangan gempabumi ini dirasakan di Aek Godang, Pinang Sori dengan intensitas III MMI (getaran dirasakan nyata dalam rumah. Terasa getaran seakan akan truk berlalu).

Hingga saat ini belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempabumi tersebut. Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempabumi ini tidak berpotensi tsunami.

Hingga pukul 16.00 WIB, hasil monitoring BMKG belum menunjukkan adanya aktivitas gempabumi susulan (aftershock).

Sukabumi Selatan

Pukul 15.22.00 WIB, gempa tektonik berkekuatan M=5,0 mengguncang wilayah Sukabumi Selatan. Hasil analisis BMKG menunjukkan magnitudo awal M=5,0 kemudian dimutakhirkan menjadi M=4,9.

Episenter gempabumi terletak pada koordinat 7.44 LS dan 106.69 BT. Tepatnya berlokasi di laut, 48 km Tenggara Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, dengan kedalaman 50 km.

Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempabumi yang terjadi merupakan jenis gempabumi dangkal akibat adanya aktivitas subduksi Lempeng Indo-Australia yang menunjam di bawah Lempeng Eurasia.

Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempabumi ini memiliki mekanisme sesar naik (thrust fault).

Guncangan gempabumi ini dirasakan di Cibadak, Cikembang Karang Hawu Cisolok Sukabumi, Kalapanunggal, Malingping, Gunung Wangun Cibeber, Ciletuh, Bayah dengan intensitas III MMI (getaran dirasakan nyata dalam rumah. Terasa getaran seakan akan truk berlalu).

Selain itu, gempa juga dirasakan di Sawarna dan Pangalengan Bandung, dengan intensitas II-III MMI (getaran dirasakan nyata dalam rumah. Terasa getaran seakan akan truk berlalu), dirasakan di Puncak Bogor dengan intensitas II MMI (getaran dirasakan oleh beberapa orang, benda-benda ringan yang digantung bergoyang).

Hingga saat ini belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempabumi tersebut. Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempabumi ini tidak berpotensi tsunami.

Hingga pukul 16.00 WIB, hasil monitoring BMKG belum menunjukkan adanya aktivitas gempabumi susulan (aftershock).

BMKG menghimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.

Sumber : kompas.com

You might also like
close