Tempat obrol politik sambil ngopi

Fakta Pengepul Rongsok Dini Hari Lari ke Sawah Curi Padi, Miskin dan Sakit-sakitan tapi Keluarga Butuh Makan, Reaksi Warga dan Pihak Kepolisian Tak Terduga

Fakta Pengepul Rongsok Dini Hari Lari ke Sawah Curi Padi, Miskin dan Sakit-sakitan tapi Keluarga Butuh Makan, Reaksi Warga dan Pihak Kepolisian Tak Terduga

Pandemi Covid-19 telah menyebabkan kerusakan di segala sektor kehidupan.

Salah satunya ekonomi dunia, nasional, dan beberapa kalangan.

Dampak virus corona mengakibatkan ribuan buruh ter-PHK, rakyat kecil makin miskin, perusahaan merugi, hingga harga minyak dunia minus untuk kali pertama.

Tak sedikit masyarakat yang nekat melakukan tindak kriminal demi bertahan hidup.

Menjarah pasar swalayan dan warung kelontong menjadi salah satu pemandangan mengerikan di tengah merebaknya SARS-Cov-2 di Indonesia.

Seorang pemulung, Sumardi (41) juga terpaksa mencuri padi di sawah warga lantaran tak punya uang untuk makan, Selasa (21/4/2020).

Dini hari menuju fajar di pukul 03.00 WIB, Sumardi pergi ke tengah sawah, menengok kanan-kiri menyembunyikan barang curiannya.

Dikutip dari Kompas.com, peristiwa itu terjadi di persawahan selatan Dukuh Pandanrejo, Desa Kaliwuluh, Kecamatan Kebakkramat, Karanganyar.

Dipergoki warga yang bertugas ronda

Melansir Tribunnews.com, aksi pencurian Sumardi dipergoki warga yang tengah menjalankan ronda.

Saat itu, Sumardi mengangkut padi curiannya dengan bronjong.

Karena curiga, warga lantas menghentikan Sumardi dan memeriksa isi dari bronjong itu.

Pelaku dihentikan dan diperiksa isi bronjong tersebut, ternyata berisi padi yang baru saja dipetik atau dipotong karena masih basah,” ucap Kapolsek Kebakkramat AKP Agus Raino, dikutip dari Tribunnews.com.

Oleh warga pelaku digelandang ke Balai Desa setempat dan diserahkan ke Polsek Kebakkramat, Karanganyar.

Bekerja sebagai pemulung, dan sakit asma

Untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari, Sumardi bekerja sebaga pengepul barang-barang ronngsokan untuk dijual.

Namun corona membuat penghasilannya turun drastis karena banyak kampung yang menutup akses keluar masuk desa.

“Ketika masuk kampung semua ditutup. Jadi tidak bisa cari rosok. Saat ini penghasilan dia maksimal Rp 20.000 per hari. Itupun kadang dapat, kadang tidak,” kata Kasat Reskrim Polres Karanganganyar AKP Ismanto Yuwono, dikutip dari Kompas.com.

Tak hanya itu, Sumardi juga menderita penyakit asma. Namun dia merasa bertanggungjawab atas kehidupan keluarganya.

“Tidak ada yang bekerja selain dia (Sumardi). Dia juga punya penyakit asma. Jadi, meskipun dia sakit kalau tidak mencari rosok keluarganya tidak makan,” kata Ismanto.

Menghidupi 5 anggota keluarga

Meski bekerja dengan penghasilan hanya Rp 20.000, Sumardi harus menghidupi lima anggota keluarganya.

Lima orang itu adalah istri, dua anak, dan dua mertua.

Terlebih anak bungsu Sumadi masih umur 3 tahun dan butuh susu formula, sehingga ia mengupayakan untuk tetap hidup, meski dengan terpaksa mencuri padi.

Dibebaskan dan diberi bantuan

Sumardi yang merupakan warga Kelurahan Sragen Wetan, Kecamatan Sragen, Kabupaten Sragen, Jawa Tengah, ini dimaafkan oleh para warga.

Polisi sempat mencoba melakukan mediasi antara pelaku dengan warga, hingga akhirnya ia dibebaskan.

Ismanto mengatakan, pihaknya juga telah memberikan paket bantuan bahan pokok berupa beras 10 kilogram, susu formula untuk balita, minyak goreng, biskuit, dan mi instan.

Sumber : sosok.grid.id

You might also like

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More

close