Tempat obrol politik sambil ngopi

Ancaman Virus Corona, TKA dari China di Morowali Diwaspadai

SULTENG – Virus Corona yang berasal dari China telah menewaskan 17 orang di China. Selain itu sekitar 600 orang lainnya terjangkit. Infeksi dengan gejala flu, batuk kering dan demam tinggi itu menjadi begitu merajalela hingga ke beberapa negara, membuat seluruh dunia melakukan proteksi terhadap warga yang keluar-masuk dari negara China.

Tak terkecuali di Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah, tempat beroperasinya perusahaan tambang nikel PT. IMIP yang memperkerjaan ribuan tenaga kerja asing dari Negara China.

Bupati Morowali Drs. Taslim mengaku, pihaknya sudah menyurati seluruh perusahaan tambang nikel di Morowali tak terkecuali PT.IMIP yang paling banyak memperkerjakan TKA dari China.

“Pemda Morowali sudah mengeluarkan edaran ke perusahaan-perusahaan tambang untuk menjadi dasar mereka melakukan proteksi ke tenaga kerja mereka terutama yang berasal dari China,” jelas Taslim.

Bahkan, sampai hari Jumat (24/1) ini, Pemda Morowali masih mengirim surat edaran tersebut ke beberapa perusahaan tambang lainnya.

Taslim menambahkan, sejauh ini belum ada kekhawatiran Pemda Morowali terhadap TKA China yang masuk Morowali. Sebab, mereka sudah dilakukan deteksi sejak masukl di bandara internasional Soekarno Hatta Cingkareng.

“TKA China yang masuk Morowali semuanya lewat bandara di Cingkareng sebelum mereka ke Morowali. Nah, di Cingkareng TKA China ini sudah dideteksi petugas,” jelas Taslim melalui sambungan telefon kepada redaksi politik.us , Jumat (24/1).

Jadi, sambung Taslim, kekhawatiran pihaknya akan menyebarnya virus corona di Morowali masih jauh, karena seluruh TKA China sudah dideteksi sejak dipintu masuk bandara di Cingkareng.

Meski begitu, Pemda Morowali akan terus mewaspadai masuknya virus Corona dengan memantau perkembangan TKA di setiap perusahaan tambang.

“Kita lihat perkembangannya dengan terus memantau TKA disetiap perusahaan, kalau perusahaan minta pemda melakukan pemerikaaan, maka kita kita lakukan, tapi PT.IMIP ada klinik sendiri,” jelasnya.

Dia juga meminta perusahaan terus melakukan monitorng terhadap TKA.

Sejauh ini, Pemda Morowali belum melakukan langkah pencegahan radikal karena belum ada temuan virus itu menyebar di perusahaan.(**)

You might also like

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More

close